Akankah Dengan Genos, Pemeriksaan Covid-19 Bakal Menjadi Usaha Mikro di Atas Trotoar?

48
Genos On Trotoar
Genos, Teknologi Pemeriksaan Covid Buatan UGM
Iklan Beras Premium Asli Dari Ranah Minang

Sebagaimana yang dilansir situs berita online surauonline.com bahwa pada tanggal 5 Februari 2021, Kementerian perhubungan akan mulai menerapkan pemeriksaan Covid-19 dengan metode deteksi pernafasan.

Alat yang dipergunakan tersebut bermerek Genos buatan Universitas Gaja Mada.

Cara kerjanya adalah seseorang meniupkan nafasnya kedalam kantong yang telah disediakan oleh petugas. Dari hasil nafas tesebut, sistem Genos akan memeriksa kadar senyawa ethil butanoate sebagai indikasi orang terpapar covid. Jika hasil ethil butanoate tinggi maka diindikasikan orang tersebut kena covid-19. Demikian Keterangan ini merujuk kepada apa yang dijelaskan oleh pimpinan tim Prof. Kuat Triyana saat bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ginanjar Pranowo.

Dari penjelasan video yang dipublis humas Jateng, akurasi dari peralatan ini mencapai 97%, dapat dipakai untuk 100 ribu sampel pernafasan dan masa pakai dapat diperpanjang setelah dikalibrasi.

Harga alat ini hanya sekitar Rp. 62 juta rupiah. Mengingat harga peralatan ini tidak terlalu mahal dan kebanyakan masyarakat menengah kebawah bisa membelinya baik secara perorangan atau badan berbentuk koperasi, maka bisa diprediksikan alat ini akan menjamur sebagaimana kita melihat nozel-nozel bahan bakar bensin ditepi jalan.

Tinggallah pemerintah menentukan izin dan aturan mainnya, karena bagaimanapun setiap informasi yang disampaikan untuk kepentingan kesehatan masyarakat haruslah bersumber dari data yang sahih. Tidak tertutup kemungkinan, hasil test dengan genos ini akan dipalsukan sebagaimana orang memalsukan hasil test SWAB-PCR meskipun hasil pengujian mengunakan genos sudah murah.

Salah satu solusi yang bisa diterapkan oleh pemerintah jika pelaku pemeriksaan sistem Genos ini dibuka untuk pelaku usaha mikro adalah, bahwa setiap hasil genos yang dilakukan terentri secara otomatis kedalam cloud computer, dan petugas berbasis QR Code dapat memeriksa kesahian hasil test tersebut melalui perangkat mobile yang dimilikinya.

Penulis: Bahri Devi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here